PENERAPAN KOMPUTER tugas 3

1

Keyboard adalah perangkat keras pada komputer yang berbentuk papan dengan berbagai macam fungsi perintah yang selanjutnya dikirim ke perangkat CPU. Keyboard terdiri dari banyak tombol ketik dengan simbol masing-masing. Mulai dari awal ditemukannya sampai sekarang, keyboard sudah mengalami banyak penyesuaian.

Berikut fungsi keyboard adalah mengirimkan perintah dari tiap huruf maupun angka yang kita ketikkan kemudian menyampaikannya ke CPU dan selanjutnya perintah manual tersebut akan di rubah menjadi sinyal-sinyal digital sehingga dapat dimengerti oleh prosessor.

3

Pengertian dari mouse adalah sebuah perangkat keras (hardware) yang terhubung ke komputer baik melalui kabel / nirkabel.

Fungsi mouse adalah memasukkan perintah kepada komputer dimana cara kerja dari mouse ini adalah dengan cara menggeser – geser mouse di permukaan papan yang datar, penggerak pointer untuk menunjukkan lokasi tertentu di layar monitor, dan untuk melakukan kegiatan yang disebut dengan: klik (memilih item), double klik (membuka file), klik tahan dan geser / drag drop (memindahkan item) dan klik kanan (menampilkan pilihan menu perintah.

4

Resolusi normal suatu komputer adalah resolusi standart dimana kita dapat meningkatkannya menjadi resolusi maksimum dengan cara manual/merubah sendiri pada setingan Windows.

5

Resolution atau resolusi adalah skala layar pada komputer anda. Semakin besar resolusinya maka akan semakin besar pula skala layar anda, yang berarti huruf yang akan kita lihat menjadi semakin mengecil dan luas tampilan pc anda semakin besar.

IKK my departement

Pasti banyak yang bertanya “IKK, departemen apa tuh? emang ada ya di IPB?” hehehe. Banyak yang bingung kenapa bisa di Institut Pertanian Bogor ada Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen. “Apa hubungannya pertanian dengan keluarga?”. Pertanyaan pertama saya maklumi. Tapi sampai ada yang bertanya apa korelasinya pertanian dengan keluarga harus saya sarankan untuk bersekolah lagi. Jelas ada! petani adalah bagian dari keluarga. Simpel bukan? (smile)

Oke mari kita balik ke judul. IKK atau Ilmu Keluarga dan Konsumen merupakan salah satu departemen yang ada di Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) atau biasa diplesetin sama mahasiswa non FEMA sebagai fakulatas emak-emak. *sigh* padahal ni ya, mata kuliah minor atau SC FEMA yang paling laku di kalangan mahasiswa non FEMA. huuuuuuuu tape deh! 😛

Selain IKK, ada juga Departemen Gizi Masyarakat dan Dep. Sains Komunikasi & Pengembangan Masyarakat. Tapi IKK adalah departemen yang unik dibandingkan departemen dua lainnya. Because, mostly populasinya adalah perempuan a.k.a wanita-wanita tangguh. Subhanallah sekali ya. hehe. Kebanyakan yang masuk di IKK menurut survey pertama kali adalah karena dipilih oleh IPB, termasuk saya. Dan saya yakin bahwa para pria yang masuk IKK tidak ada yang memilih IKK sebagai pilihan mayor. Sungguh miris awalnya melihat mereka menjadi kaum minoritas di kelas. Sampai-sampai ada teman saya yang mati-matian mau pindah ke Dep. Manajemen, tapi gak dijinin sama pihak kampus. Kami yang tidak memilih IKK sebagai pilihan mayor menamai diri kami sebagai anak-anak yang tersesat di jalan yang benar. Banyak cerita-cerita unik selama kuliah dan menjadi mahasiswa IKK angkatan 48. Tapi satu yang saya ingin katakan sejak awal adalah SAYA BERSYUKUR MENJADI MAHASISWA IKK. Dan saya berterima kasih pada Tuhan untuk itu. :)

533513_539357679409033_1639949391_n

Analysis of welfare level of fish farmer family and non-fish farmer family in Bogor District; Analisis tingkat kesejahteraan keluarga pembudidaya ikan dan nonpembudidaya ikan di Kabupaten Bogor

Fish farmer families has non-permanent income to fulfill their daily needs. It caused dependence of fish cultivation productivity to capital and quality of environment. This study aimed to analyze welfare level and strategy to improve the family welfare of fish farmer families and to compare with non-fish farmer families. The study used cross sectional design and involved 70 families that consist of 40 fish farmer families and 30 non-fish farmer families as samples. Samples chosen by simple random sampling. The study conducted at Ciseeng Subdistrict, Bogor District from January 2008 until April 2008. The data was analyzed by t-test, chi-square, pearson correlation, sensitivity, specifity, and logistic regression. The welfare level of families that analyzed in this study, using indicators BPS, BKKBN, sociometric, and compound of three indicators. The result showed that only families asset that was significant different between fish farmer families and non-fish farmer families. Sensitivity and specifity analysis by BPS indicator as benchmark showed that sociometric indicator had higher sensitivity and specifity than BKKBN indicator, that was 66,7 and 96,7. Correlation analysis showed that there was significant correlation between BPS and sociometric indicator. Family size and family’s income effected significantly to welfare level of families.

 

http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/43447

Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!